Skip to main content

Posts

Catatan Yang Tertunda

Seharusnya ini adalah catatan tadi malam, ketika dengan mudahnya potretmu kembali mengobrak-abrik perasaan, Ternyata masih belum cukup kuat hatiku, bahkan hanya untuk membendung perasaan yang sama sekali tak asing bagiku, yang telah kukenal baik setiap getar dibaliknya selama 9 tahun terakhir. Tapi ternyata memang aku tak mampu meredamnya, hingga rasanya lemas lututku. Harusnya ini memang catatan tadi malam, entah karena perasaan bahagia bahwa semalam kau ada dan kita bisa berada dalam satu media, merasa tak nyata padahal nyata, bahwa kau ada disana menatap layar yang sama Aku tak sanggup merangkai semua ini tadi malam, saat malam menjadi terlalu indah untuk dilewatkan tapi juga terlalu sempurna untuk hanya direnungi Terimakasih, tidurku nyenyak tadi malam. Detik, menit, jam, hari, minggu, tahun, tahun-tahun, dan entah jenis hitungan waktu apalagi. Rasanya jika tentangmu semua hanya menjadi tumpukan angka tanpa makna, seolah kosong tak berarti, karena se...

Tidak Pandai Pada Tempatnya

Kita sering berusaha mengatur emosi agar mempunyai hubungan yang baik pada pasangan. Kita berusaha percaya pada orang yang sering kita sebut ‘Pacar’ bahwa mereka tak akan bermain hati dengan yang lain. Kita selalu berlaku dewasa agar orang sekeliling menganggap bahwa kita begitu bijak. Kita begitu manis dan sopan pada atasan karena takut gaji tidak naik atau takut tidak akan dipromosikan. Tapi, kita hampir lupa bagaimana merendahkan volume suara depan Ibu ketika beliau berusaha meluruskan jalan yang kita ambil. Tapi, kita hampir lupa bagaimana rasanya menghormati guru ketika mereka dengan ikhlas mengajar. Kita hampir lupa memberi waktu pada teman yang butuh bantuan karena sibuk pacaran. Iya, kita pandai. Betapa kita pandai menjadi palsu. Berapa kesempatan yang kita buang untuk menjadi bahagia? Berapa nasihat berharga orang tua yang kita sia-siakan? Berapa pula gombalan pacar yang kita makan setiap hari? Kenyang? Kita takut kehilangan orang yang sebenarnya semu, tapi kita t...

DUDUKLAH DISINI, SAHABATKU!

Ijinkan aku duduk disisimu, menemanimu meski dengan kediamanmu Aku pun hanya akan diam, karena hanya itu yang kau butuhkan dariku Aku tau, saki itu, sedih itu, luka hati itu Mungkin bukan aku yang bisa mengobati Aku bukan badut yang bisa membuatmu tertawa Aku bukan lenong yang bisa menghiburmu Aku bukan orang yang pandai melucu Aku tidak membawakanmu coklat, bunga, ataupun Secangkir teh yang bisa menenangkanmu Aku justru memintamu bahkan memaksamu untuk menangis dan lepaskan topengmu sejenak ! Menangislah ! lepas ! lepaskanlah ! Aku hanya bisa menyiapkan telinga dan hatiku Telinga untuk mendengar sedu dan tangismu Hati yang siap menerima sayatan dan torehan luka Dari setiap bulir air mata yang kau teteskan Tangismu menjadi luka di hatiku Dan aku menyuruhmu menangis? Sedih dan sakitmu menjadi lukaku

Wifi Dan Bluetooth

Nama : Sri Fitrya Kamellia Kelas : B - STMIK Tasikmalaya Sebagian besar dari kita juga menyadari kenyataan, bahwa wi-fi dan bluetooth nirkabel keduanya standar dan menggunakan gelombang pada frekuensi radio untuk tujuan transmisi. Ini adalah alasan mengapa banyak dari kita yang bingung antara dua teknologi, dan berpikir bahwa mereka menyelesaikan tujuan yang sama. Namun ada, banyak perbedaan antara wi-fi dan bluetooth. Di sini, dalam artikel ini, saya akan mencoba menjelaskan perbedaan-perbedaan ini kepada Anda. Apa Perbedaan Antara Wi-Fi dan Bluetooth Baik wi-fi (wireless fidelity) dan standar bluetooth didasarkan pada protokol terpisah. Hal ini menimbulkan perbedaan antara wi-fi dan bluetooth, yang menyebabkan bidang aplikasi mereka berubah drastis. Mari kita coba untuk memahami perbedaan antara wi-fi dan teknologi bluetooth, membandingkan dan kontras mereka, di berbagai aspek kerja mereka.

Puisi Rasa Apa ini?

Senyum yang terukir tanpa alasan yang jelas, Tingkah konyol yang terkadang bahkan sering membuat ku tersipu, Perhatian khusus yang membuat hadirku teristimewa, Yang tak ingin terlewatkan begitu saja, Tersita akan denting jam yang tak henti berputar, Tuhan, Rasa apa ini? Jangan biarkan rasa tak terarah ini semakin samar – samar, Jangan biarkan rasa ini menggoyahkan fokus ku, Jangan biarkan rasa ini membuat titik tujuan ku terabaikan, Jangan biarkan rasa ini menciptakan kegalauan dan ketidak pastian, bahkan keraguan Namun, Bila sosok itu setetes embun pagi yang Engkau kirimkan untuk ku, Biarkan dia membasahi pagi indahku, Biarkan dia membantu membasahi kegersangan gurun dalam kehidupan ku, Biarkan dia tersenyum untuk menyambut masa depan ku, Biarkan dia hadir dalam nyata ku, Tuhan, Ku mohon, Jadikanlah dia hadiah atas penantian ini, Arahkan hatinya pada ku, Aku sadar, Akan ada hati lain yang terluka, Terluka atas ingin ku, Egoiskah aku? Entahlah. . . Ya...

GSM dan CDMA

GSM GSM (singkatan bahasa Inggris: Global System for Mobile Communications,GSM ) adalah salah satu standar sistem komunikasi nirkabel (wireless) yang bersifat terbuka. Telepon GSM digunakan oleh lebih dari satu milyar orang di lebih dari 200 negara. Banyaknya standar GSM ini membuat roaming internasional sangat umum dengan “persetujuan roaming” antar operator telepon genggam. Ada pun pengertian lain dari Global System for Mobilecommunication (GSM) adalah sebuah standar global untuk komunikasi bergerak digital. GSM adalah nama dari sebuah group standarisasi yang dibentuk di Eropa tahun 1982 untuk menciptakan sebuah standar bersama telepon bergerak selular di Eropa yang beroperasi pada daerah frekuensi 900MHz. GSM saat ini banyak digunakan di negara-negara di dunia. GSM berbeda banyak dengan teknologi sebelumnya dalam pensinyalan dan “channel” pembicaraan adalah digital, yang berarti dia dipandang sebagai sistem telepon genggam generasi kedua (2G). GSM merupakan sebuah standar terbuka y...

Kusebut Itu Luka

Masih tergambar semu di ujung malam Meronta sepi dalam elegi Sebuah rasa yang masih terdiam Paradigma yang ternamai Cinta, itulah dirimu Terlukis indah dalam pemandian Sebuah karya tuhan yang memang bukan untukku Yang hanya menyisakan kelukaan Semu mu masih seperti sedetik lalu Dimana guratan embun menepikan mata Merisaukan riuh suara malam ku Di bawah lembut rinai sang purnama Sayang, purnama tak melihat raga Perih lara yang datang terlalu cepat Merasuk raga dan akhirnya terpahat Sebuah permata yang aku sebut luka