Skip to main content

Posts

Tertanda..

Suatu hari nanti, aku akan menemukan satu --, ia yang sepenuhnya aku percaya untuk berbagi segala kerumitan hidup, yang kepadanya, aku percaya, akan jatuh cinta setiap harinya.
💞
Aku pernah menemukan banyak kehilangan, memeluk perpisahan, yang pada akhirnya aku sampai pada titik dimana -- menunggu satu yang paling sejati, mungkin harus lebih dulu aku melewatinya dengan sepi. Dan kini, aku takut memulai, aku takut jatuh pada hati yang tak pandai menjagaku dengan hati-hati sepenuh hati.
💞
Mungkin, kini saatnya aku belajar menjaga hati, memberinya hanya kepada satu -- ia yang berhasil memanggilku, dengan cinta dan jiwa, bukan hanya melalui kata-kata, namun pembuktian nyata.
💞
Kelak, saat aku telah berhasil menemukan ia, aku berjanji pada diri, untuk sanggup memberinya rumah, tempat terhangat dimana memulangkan segala lelah. Kepadanya, akan kuhadirkan cinta yang nyata, cinta yang menyayangi, cinta yang memperhatikan, cinta yang luas, juga cinta yang tulus ikhlas.
💞
Untuk siapapun …
Recent posts

Semakin Mengerti

Ternyata benar, semakin dewasa, memilih pasangan bukan hanya sebatas tentang rasa ingin atau harus sama seperti kriteria.
Ada yang jauh lebih penting dari itu semua. Semakin ke sini, semakin mengerti, ternyata, memilih pasangan itu tentang bagaimana kita benar-benar berhasil menemukan orang yang tepat, yang sanggup memberi rasa tenang, yang sanggup memberi definisi terbaik tentang kata cukup. Ketika sudah menemukan seseorang, pasti akan ada seseorang yang terlihat lebih, lebih dan lebih.
Namun, jika telah benar jatuh hati, cinta lebih dari sekedar apa yang terlihat oleh mata. Sekarang, dalam penantianku yang panjang, entah untuk siapa, aku hanya percaya, di luar sana, Tuhan pasti sedang menjaga seseorang yang memang ditakdirkan menjadi takdirku.
Entah dalam hitungan detik ke berapa aku dan dia akan dipertemukan, aku hanya berharap, ketika semuanya terpeluk dalam restuNya, aku benar-benar merasakan cinta yang sesungguhnya.
Cinta yang menguatkan, cinta yang menyempurnakan, dan cinta…

Sejak Dengan Dia

Di antara banyak hal yang pernah aku temukan, ada satu hal yang sampai saat ini belum sepenuhnya aku benar-benar memahami.
Tentang seseorang yang memberi pelukan bukan hanya untuk memberi senang, melainkan rasa tenang.
Sejak menemukan dia, aku benci membahas tentang perpisahan, juga kehilangan.
Sejak mencintai dia, aku jatuh cinta pada cara semesta yang memberi ruang jatuh cinta dengan cara-cara yang rahasia.
Sejak bersama dia, aku tahu, aku tidak lagi jatuh cinta pada matanya, melainkan juga hatinya. Entah bagaimana pun, jika pada akhirnya bukan dia yang menjadi pulangku, tidak akan sekalipun aku menyesal telah mencintainya dengan sebaik ini. Aku bahagia telah menyediakan cinta yang baik, cinta yang tulus, cinta yang jujur, juga cinta yang menerima.
Bukankah perasaan terbaik dalam mencintai adalah saat kita berhasil tidak mengharapkan perasaan yang sama akan dia berikan pada kita?

Selamat Pagi..

Aku ingin sekali lagi, jadi alasan lahirnya renyah tawamu.
Ingin lagi jadi nama yang dikantongi jantungmu ke mana-mana.
Sebab, bersamamu aku mudah untuk bahagia
Selamat pagi..❤

Kecewa dan Sesal

Kita sedang terpisah oleh ruang
Dengan kepercayaan sebagai tali pengikat
Sekali kau retas, masih bisa ku raih ujungnya
Namun kau lakukan itu berulang
Hingga kita sama tersungkur
Aku dalam kecewa
Dan kau dalam sesal

Aku Pernah 😔

Tidak ada sakit yang perlu kau tahan, sebab kadang luka lebih baik ditumpahkan menjadi airmata atau teriakan.Aku pernah sepertimu.Aku pernah berulang kali menipu diri sendiri; melarutkan banyak gula pada kenyataan karena rasanya terlalu pekat untuk ku telan bulat-bulat.Aku pernah menipu rindu dengan cerita kepulangan hanya agar ia menenang dan sanggup menahan bandang. Aku pernah ketika sangat mencintai, tapi ditinggal pergi. Aku pernahTidak perlu ada ingatan yang kau benci; Berusaha kau bunuh dengan cara melupakan paling belati; Cara yang justru menyakiti dirimu sendiri; Menyeretmu sampai jauh tersesat berulang kali.
Sebab, aku pernah sepertimu. Aku pernah begitu sulit berdamai dengan nurani, tersakiti oleh luka yang kukuliti sendiri, ingin mengadu, tapi sudah tak berarti. Aku pernah. Aku tahu kau menyesali perginya serupa kau menyesali hari di mana semesta mempertemukanmu dengannya; perbincangan yang seiring waktu berlalu, menimbulkan debar-debar di dada kirimu; debar-debar yang memb…

Buat Menjadi Sederhana

Kecewa itu menyakitkan
Saat ekspektasimu melambung ke atas langit,
Tapi nyatanya ke permukaan saja kau tak sanggup untuk meraihnya.

Dia terlalu tinggi, dia terlalu jauh
Walau hanya untuk sekedar kau sentuh

Seseorang yang lebih baik untuk kamu lepaskan, untuk kamu lupakan, cukup melihat dari jauh lalu pelan-pelan berpaling, lihatlah yang lain, banyak yang telah kamu abaikan untuk sesuatu yang terkadang sia-sia untuk diperjuangkan

Lepaskan dia yang memang ingin pergi
Pertahankan dia yang memang ingin tetap tinggal
Dan lupakan dia yang terlalu banyak alasan dan penuh kebohongan
Rumit memang, tapi buatlah menjadi sederhana