Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2012

TANPAMU*IBU*

MELELAHKAN

Lariku iringi sungai
Deras dan pasti kembali ke empunya
Tapi tidak dengan  hembusanku

Tertahan

Aku tertekan dan terkait
Bukan karena umpan

Tapi kini sungainya surut
Dan aku dalam keadaan sekarat
Berharap hujan turun
Beriku secercah nafas

MUNGKIN PELAJARAN

KITA ADALAH ORANG-ORANG YANG DILEMPARI 
BATU OLEH ORANG LAIN KARENA KEDENGKIAN MEREKA
KEPADA KITA


TAPI KITA HARUS BERSABAR


HINGGA AKHIRNYA KITA BISA MEMBANGUN BENTENG
MEGAH DARI BATU YANG MEREKA LEMPARKAN
SEBANYAK WAKTU YANG KITA SABARKAN 

SO, KEEP SMILE AND KEEP SPIRIT 
:D

KATANYA.......DIA SAHABATKU

Keluhan tak pernah menjadi penyelesaian
Tapi ku ingin mengeluh sekarang
Setidaknya mungkin pikiranku bisa sedikit lebih terbuka

hhhh..h.. sebenarnya apa yang jad pangkal dari hal-hal yang ada dalam pikirku?
Aku masih belum menemukannya, tapi ku pikir ada sedikit celah untuk memahaminya
Bahwa, semua ini mungkin berawal karena ku meninggalkan sesuatu yang seharusnya
selalu ada,  harus selalu ada di masa kini dan masa depanku
dan mungkin juga karna aku ditinggalkan tanpa diberi sedikitpun kata permisi

Aku gelisah di antara garis batas kesadaran dan kenyataan, ku sedih
di sekat keinginan dan kemampuanku,

Harus apa ?
Tapi bisa apa?
aku mau
Tapi aku belum mampu dan ego ku pun masih terlalu tinggi untuk disentuh

Jadi sekarang bagaimana?
Sejujurnya mungkin yang kubutuhkan adalah dia
si penutur kata kata bijak yang selalu  bisa menentramkan hatiku
meredam dan memadamkan bara
Membuatku fokus dengan apa yang menjadi alasan dari tujuanku

Mungkin dia tak perlu ada
Tapi kata katanya selalu menolong…

LEMAHKU

Tak pernah aku mengerti cerita hidup ini
Begitu rumit dan sangat pahit
Saat bibir ini akan tersenyum, selalu saja sebuah kisah rubah semua
Ingin kuselami dalamnya arti dari sebuah perjalanan panjang,
makna dari setiap tragedi
Tapi aku hanya dapat mengerti keesokan
Ketika api mulai membakar dan air mulai meluap kederitaan
Semuanya terlambat
Aku terbangun saat yang lain telah pergi

Cobaan, terpaan angin goyahkan seluruh tubuhku
Jatuhkan daun dari pepohonan
Aku harus pahami ini
Sebenarnya ini mudah
Tiada pernah sulit
Bahkan rumit pun tidak
Namun inilah lemahku
Bingung untuk berkata apa
Semua kata hilang dari memory
Semua lenyap dari imajinasi
Harapkan sebuah cahaya datang terangi jalan hidupku
Itu dapat tunjukan semua makna dan
arti dari sebuah langkah hatiku

September Ceria

Kembali Nge-Blog di Medio September Ceria

Banyak penyanyi lokal maupun mancanegara menyebut nama bulan sebagai judul lagunya: Andi Meriam Matalatta dengan "Januari yang Biru", Maharani Kahar dengan "Desember Kelabu", Vina Panduwinata dengan "September Ceria", Gun N Roses dengan "November Rain" dan.....so pasti "17 Agustus tahun empat lima, itulah hari kemedekaan kita. Hari merdeka, nusa dan bangsa. Itulah....." dari Cornel Simanjuntak. Nama-nama bulan menjadi inspirasi bagi komposer dan penyanyi untuk mengimplementasikan suara hati dan kegalauannya. Begitu juga dengan aku, judul pertama artikel blogku adalah "September Ceria" karena di medio september 2012 ini aku kembali nge-blog setelah 1,5 tahun kutinggalkan karena sibuknya perkuliahan yang kulakoni. Maklum saja, aku adalah pemain PTR {Paid To Review}dan Google Adsense di beberapa broker seperti SponsoredReviews.com, Linkfromblog.com dan buyblogreviews.com. Lumayan buat be…